Thursday, May 12, 2011

Al Qaeda Janjikan Teror


Tentara Pakistan mengamankan area di luar Konsulat Arab Saudi di Karachi, Pakistan, Rabu (11/5), menyusul ledakan granat yang dilemparkan dua pria yang mengendarai sepeda motor di wilayah itu. Otoritas Pakistan mengatakan tak ada kerusakan dan korban dalam serangan yang diduga reaksi balasan pertama setelah tewasnya Osama bin Laden di tangan pasukan khusus Amerika Serikat tersebut.


Pemimpin cabang Al Qaeda yang beroperasi di jazirah Arab, Nasser al-Wuhayshi, Rabu (11/5/2011), menjanjikan aksi teror yang lebih besar dan lebih buruk daripada yang dilakukan selama ini. Ia mengatakan, operasi Al Qaeda akan terus berjalan meski Osama bin Laden telah tewas.


Menurut Al Wuhayshi, dalam pernyataan yang dimuat situs kelompok militan As-Ansar, perang melawan musuh-musuh Al Qaeda tidak dipimpin oleh Osama sendiri.
"Jangan menganggap remeh perang ini. Akan datang yang lebih besar dan buruk, dan kalian akan menghadapi sesuatu yang lebih intens dan menyakitkan," kata pemimpin Al Qaeda di jazirah Arab (AQAP), salah satu sayap Al Qaeda paling agresif.

Sayap Al Qaeda lainnya, Brigade Abdullah Azzam, juga mengunggah pernyataan berisi ancaman teror baru di salah satu forum diskusi kelompok militan di internet, Rabu. "Kami bersumpah akan meneruskan peperangan," tutur kelompok tersebut, seperti dikutip oleh jaringan pemantau kelompok militan, SITE Intelligence Group.

Amerika Serikat, yang menjadi sasaran utama Al Qaeda, semakin khawatir dengan ancaman kelompok militan di Yaman. AS memperingatkan, Yaman bisa menjadi tempat Al Qaeda untuk menyusun kembali kekuatan.

Yaman saat ini masih terus dilanda aksi demonstrasi massa yang menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh. AS dan negara-negara tetangga Yaman berusaha keras mencari cara peralihan kekuasaan yang damai agar negara itu tidak kolaps dan menjadi pusat operasi Al Qaeda.

Pekan lalu AS melancarkan serangan pesawat tempur tak berawak (drone) terhadap Anwar al-Awlaqi, seorang ulama Yaman kelahiran AS, yang diduga memiliki kaitan dengan AQAP. Namun, serangan itu gagal dan hanya menewaskan dua perwira menengah AQAP.

Di AS, seorang warga Yaman bernama Rageh Almurisi (28) ditahan aparat keamanan, Minggu, setelah berusaha mendobrak pintu kokpit pesawat Boeing 737 milik American Airlines menjelang pendaratan di Bandara San Francisco.

Pihak berwenang AS belum mengetahui motif tindakan Almurisi tersebut dan belum menemukan hubungan pria ini dengan organisasi teroris.

Namun, hakim James Larson menolak permohonan pembebasan dengan jaminan atas Almurisi.

Pemimpin baru
Spekulasi terus bermunculan tentang siapa yang akan menggantikan Osama bin Laden sebagai pucuk pimpinan Al Qaeda. Pemimpin nomor dua Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Osama.

Akan tetapi, hingga saat ini organisasi militan tersebut belum mengumumkan secara resmi siapa pengganti Osama.
Para pengamat menduga, perpecahan di tubuh Al Qaeda dan perkembangan revolusi di dunia Arab membuat organisasi itu mungkin tak akan menunjuk pemimpin baru.

Menurut Rita Katz dan Josh Devon, yang menulis laporan di SITE Intelligence Group, belum tentu Al Qaeda akan membutuhkan pemimpin baru. "Selama (Al Qaeda) bisa terus menyampaikan pesan-pesan mereka, kelompok itu tetap akan menjadi panutan bagi komunitas jihad global," tulis Katz dan Devon.
Beberapa nama tokoh Al Qaeda muncul sebagai kandidat pemimpin organisasi, seperti Abu Yahia al-Libi, yang memegang komando Al Qaeda di Afganistan, atau Saif al-Adel, warga Mesir yang terlibat dalam pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania, 1998.

Apabila Al-Zawahiri jadi menggantikan Osama, ia menghadapi tantangan berat untuk membangkitkan kembali Al Qaeda yang sudah lemah. Selain dikabarkan tak disenangi oleh beberapa pihak di dalam Al Qaeda, Al-Zawahiri juga harus menghadapi kenyataan, dunia Arab, yang diharapkan menjadi basis gerakan organisasi ini, kini telah berubah.

"Osama telah menjadi bagian dari masa lalu, seperti rezim-rezim di Arab yang sudah digulingkan. Sungguh suatu kebetulan, para penguasa otoriter Arab kolaps dan Osama tewas di tahun yang sama," kata Khalil al-Anani, pengamat gerakan jihad.

Moazzam Begg, warga Inggris yang sempat ditahan di penjara Guantanamo karena dituduh terlibat Al Qaeda, mengatakan, kelompok itu mungkin akan mengubah strategi, dengan memperbanyak serangan skala kecil dan mengurangi serangan terhadap warga sipil.

"Ada kesadaran yang diterima luas bahwa serangan terhadap warga sipil tidak populer, dan pendapat rakyat itu yang saat ini dominan. Perubahan di Arab saat ini akan jauh menutupi isu siapa pengganti Osama," ujar Begg.

Sumber :
internasional.kompas.com

No comments:

Post a Comment