Monday, May 16, 2011

Ssst...Tak Perlu Ceritakan 3 Hal Ini pada Kekasih

KEJUJURAN menjadi landasan kuat sebuah hubungan. Namun tidak semua cerita bisa Anda ungkapkan secara terbuka atau hubungan malah akan menemui ganjalan.
Kejujuran mungkin membuat Anda merasa lebih baik dengan menceritakan semua hal kepada kekasih. Anda pikir, dia perlu tahu dan bukan masalah besar bila dia mengetahuinya. Kemungkinan lain, dia tidak tertarik dengan cerita Anda karena menilai tidak ada kaitannya dengan hubungan yang tengah dijalin kini.

Pria bisa sensitif, terutama bila menyangkut pacar mereka, sehingga mengatakan kepadanya informasi yang tidak penting bagi hubungan malah akan membuatnya merasa tidak aman, paranoid, tidak bergairah, kecewa, ataupun marah.

Hanya karena dia pacar Anda, tidak berarti dia benar-benar layak atau perlu tahu segalanya. Jika Anda mengkhianatinya dengan mantan, tentu dia harus tahu, tapi tidak perlu cerita soal perilaku baik mantan kekasih. Jadi sebelum Anda menumpahkan semua curhatan, pikirkanlah kembali.

(Foto: gettyimages)
Ada beberapa hal yang harus diketahui kekasih Anda untuk menghormati prinsip keterbukaan, tetapi ada pula hal lain yang sebaiknya dibiarkan tak terucap. Berikut di antaranya, seperti diulas Yahoo.

Kebiasaan merawat diri

Seberapa banyak pria yang bersemangat mengetahui bagaimana pacar mereka merawat rambut, menghaluskan kulit, memakai make up, atau bahkan siklus haid Anda? Rasanya, sangat sedikit. Kita sendiri, sebagai wanita, menyimpan beberapa rincian soal perawatan tubuh yang tidak akan dibagi dengan teman wanita lain. Begitupun pria!

Berteman dengan pria

Hampir setiap wanita memiliki teman-teman pria meski sedang berpacaran, entah sekadar menjadi teman bicara atau pernah menjadi gebetannya di masa lalu. Memberitahu kekasih soal siapa teman-teman pria Anda hanya akan memunculkan masalah. Si dia bisa tiba-tiba cemburu atau paranoid ketika Anda ingin bertemu atau berbicara dengan mereka.

Masih memikirkan mantan kekasih

Jika ada satu hal yang bisa memancing emosi kekasih, maka itu adalah mantan kekasih Anda. Dia mungkin belum pernah bertemu dengannya atau hampir tidak tahu apa-apa tentang dia, tetapi hanya mendengar sebutan "mantan" bisa membuatnya berpikir soal "ancaman".

Sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda masih berpikir betapa menyenangkan hubungan terdahulu dengan mantan. Semakin si dia tahu tentang mantan, semakin dia akan emosi. Sebaliknya, semakin sedikit Anda mengatakan, semakin banyak masalah yang dapat dihindari.

Sumber :
lifestyle.okezone.com

No comments:

Post a Comment